Dan semua berteriak bebas, Puti Mereka lega sepertinya Akupun juga Meski cuma berbisik lirih dalam hati Karena semalaman kutelah mencumbu sisi kiri pipi mulusmu Karena selama mungkin tak kukedipkan mata ke siluet bibir lembutmu.
Dari sudut tempat aku selalu menikmati tembangmu Yang kau nyanyikan demi kebebasan hidupmu
Dan semua mencari merdeka, Puti Tapi kau tidak Kau temukan sendiri karena kau yang paling mampu Menerima dirimu sendiri
Tak seperti aku Yang tak percaya pada diriku Untuk mencintaimu Bahkan sekedar tuk menyapa dan kirimkan sinar mata kagum
Pengecut dari dasar kebodohan yang berhiaskan bajingan yang jajahkan dirinya bagai pelacur munafik
Puti... Lewat gelas-gelas haram yang telah kuhempas berkeping-keping ke dinding berlendir itu Telah kumerdekakan langkahku Menujumu
Merdekaku kuingin sempurna bersama alunan merdu yang kau sampaikan ke semua Tapi kuyakin hanya aku seorang yang paham
Apapun itu Seperih apapun langkahmu Itu langkahku kini Tunjukkan Akan kuhancurkan dengan telapakku Yang mengucurkan darah dari genggaman pisau Yang kau hunuskan padaku
Leave a comment